Good morning, Mr. President!

President atau president? Apa aturan yang sebenarnya dari penulisan huruf kapital untuk president? Pertanyaan ini adalah titik awal petualangan saya hari ini.

Dengan mudah saya menemukan situs-situs terpercaya (terkait editing) di Google untuk menjawab keresahan saya di Jumat pagi ini. Dan setelah membaca berbagai referensi yang ada, saya merangkum aturan tersebut menjadi poin-poin yang (semoga) mudah dibaca. 😀

Gunakan huruf kapital untuk …

  1. President + name. Misalnya President Joko Widodo.
  2. merujuk langsung pada sang presiden, misalnya, seorang petugas pemerintahan bertemu langsung dengan presiden, dan menyapa, “Good morning, Mr. President!”. Jadi, meski namanya tidak disebut, tetap kapital. 

Jangan gunakan huruf kapital untuk …

  1. kalimat seperti ini: The president lives in Istana Negara.
  2. frasa seperti ini: He is the president of Indonesia.
  3. atau frasa yang mirip seperti nomor 2: He is Indonesian president. 
  4. frasa seperti ini: The third president, B.J. Habibie currently resides in Germany. (Dalam kalimat ini, meski ada nama B.J. Habibie setelah president, tanda koma mengubah segalanya :D) 

Bonus …

Aturan ini juga berlaku untuk sebutan-sebutan pemerintahan yang lain seperti vice president (wakil presiden), president-elect (presiden terpilih), former president (presiden sebelumnya), governor (gubernur), senator, mayor (walikota), dan prime minister (perdana mentri).

And that’s the end of our adventure today, everyone. See you in the next adventure.

Wassalamualaykum.

Greetings from Bandung.

Debs.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s